Kamis, 12 April 2012

Motivasi -- Bahan Bakar terkuat dan Jenis-jenisnya

Banyak orang bicara tentang motivasi.
Katanya, motivasi itu penting untuk meraih kesuksesan.
Sayangnya, saya tidak sepenuhnya setuju.
Kesuksesan seseorang itu tergantung pada jenis motivasi apa yang melatarbelakanginya.

Kalau bahan bakar tubuh manusia untuk beraktivitas adalah makanan, maka bahan bakar psikis manusia adalah motivasi.
Semakin tinggi motivasi, semakin bersemangat ia, semakin giat aktivitasnya.
Kalau atlit, semakin giat berlatihnya. Semakin giat bertandingnya.
dan jelas, ini berhubungan dengan prestasi atau keberhasilan.

Menurut saya, motivasi adalah bahan bakar.
Sebagaimana mobil harus melaju dengan cepat, ia harus diisi bahan bakar bensin.
Bensin pun kualitasnya macam-macam, ada yang bensin campur yang dijual di pinggir jalan, ada premium, ada yang cukup mahal seperti pertamax, sampai ada bensin khusus untuk kendaraan super kelas formula satu seperti menthanol atau avtur (bensin pesawat).
Jadi, keberhasilan seseorang juga tergantung bahan bakar atau bensin apa yang ia pakai.
Atau, keberhasilan seseorang tergantung pada jenis motivasinya.

Dalam olahraga, ada banyak teori motivasi. Motivasi menurut berolahraga menurut Martens, 3 kebutuhan dari McClelland, hierarki motivasi Maslow, basic need Herzberg, Self-Determination Theory dari Ryan & Deci... banyak sekali, tapi saya tidak akan menjelaskan semuanya disini. Saya hanya akan mengelompokkan motivasi berdasarkan bahan bakarnya saja, yang saya adaptasi dari Self-Determination Theory -nya Ryan & Deci. Anda yang pingin tahu lebih jauh teori ini bisa mengklik wikipedia. http://en.wikipedia.org/wiki/Self-determination_theory.

inilah jenis-jenis motivasi, bahan bakar itu. Mulai yang paling murah sampai yang paling berkualitas.

pertama, Motivasi Eksternal.



Kalau anda berlatih karena ada imbalan dari luar. Imbalan itu tidak hanya bersifat materi seperti uang saku, beasiswa, gaji, tetapi juga bisa bersifat imaterial seperti pengakuan, penghargaan, pujian dari pelatih, atau sekedar memenuhi keinginan orang-orang di sekitar anda.

Ini bahan bakar paling murah.
Iming-iming bonus, fasilitas dan gaji digunakan untuk merangsang motivasi, tapi itu baru motivasi paling rendah. Dikagumi dan dihargai banyak orang bisa menjadi motovasi, tapi bukan motivasi terkuat, justru motivasi masih paling rendah levelnya, alias bahan bakar paling murah.

Mengapa? karena apabila hal-hal yang sifatnya eksternal itu hilang, maka hilanglah semangat anda berlatih. Pelatih tidak ada, penghargaan tidak ada, pengakuan tidak ada, orang-orang tidak mendukung, tidak ada gaji atau uang saku, anda tidak semangat, anda berhenti berlatih. selesai. End.

Padahal, dunia olahraga adalah dunia yang keras bukan? anda tidak hanya dipuji-puji tapi juga harus siap dikritik, dicaci maki bahkan dihina. Dan tidak semua atlit dimanjakan oleh fasilitas latihan dan uang saku. Butuh pengorbanan dan perjuangan keras untuk mencapai keberhasilan, yang itu tidak hanya ditentukan semata-mata oleh iming-iming materi atau pujian.

jadi bahan bakar apalagi yang lebih kuat? motivasi apalagi yang lebih baik?

kedua, bahan bakar yang disebut Introjeksi,



Sedikit lebih baik dari bahan bakar sebelumnya, pada tingkat ini anda sudah merasa bersalah kalau tidak berlatih. Rutinitas belatih sudah menjadi kebutuhan, sudah menyatu dengan diri anda, sehingga anda merasa tidak enak atau merasa bersalah kalau tidak melakukannya. Anda bisa tetap berlatih meskipun tanpa pelatih, meskipun tidak digaji, dsb. Karena anda merasa harus melakukannya, kalau nggak, nggak enak di badan. Terasa seperti ada yang kurang, terasa seperti tidak lengkap.

Bolehlah saya katakan ini baru bahan bakar solar. Masih yang agak murah, tapi cukup kuat juga, dan lebih baik daripada yg merek eksternal di atas. setidaknya anda mulai latihan bukan karena faktor eksternal, tapi karena untuk memuaskan rasa "tidak enak" atau "rasa bersalah" yang melanda diri anda.

jadi, apalagi yang lebih baik dari solar ?

Ketiga, bahan bakar yang disebut Identifikasi.


Ketika latihan sudah menyatu dengan diri anda, dan anda melakukannya untuk kebutuhan, dan anda merasa menemukan jati diri anda disitu, anda memiliki motivasi pada tingkat ini. Disini anda berlatih dengan alasan "saya berlatih, karena inilah diri saya, inilah jati diri saya". Tidak hanya anda berlatih secara mandiri, tapi anda juga menyadari ini adalah sebuah tugas yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Anda sudah memiliki arah atau tujuan yang ingin diraih, dan mengatur strategi untuk meraihnya .

Ini baru kelas premium, lumayan bagus untuk jalan kenceng.
Ada yang lebih baik lagi ?

keempat, ada yang namanya Stimulasi.


anda berlatih, bertanding karena anda merasa sangat menikmatinya, senang terlibat di dalamnya. Senang mereguk pengalaman-pengalaman itu, yang memberikan sensasi tak telupakan pada diri anda. Pengalaman ini memberikan sedkit rasa "kecanduan", sehingga anda ingin terus menerus melakukannya, tak peduli anda menang, kalah, atau bagaimana. karena ini menyenangkan, karena ini membuat saya bergairah, karena itu aku ingin terus melakukannya, titik.

Boleh saya menyebut ini kelas pertamax ?
lalu apakah ada yang lebih baik lagi ? masih ada !

kelima, ada motivasi yang namanya Meraih Tujuan, atau Accomplish.
selain anda terbiasa, memiliki jati diri sebagai atlit, perilaku anda bertanggung jawab, dan juga karena senang melakukannya, anda juga punya tujuan pasti tentang apa yang ingin anda raih. Tujuan yang tinggi, cita-cita yang tinggi. Sesuatu, atau prestasi yang luhur yang punya makna mendalam bagi diri anda yang anda berusaha sungguh-sungguh untuk meraihya. tujuan yang tinggi ini bukan hanya posisi tertentu (misalnya peraih medali emas olimpiade), tetapi juga suatu kemampuan (misalnya mencetak rekor) atau suatu karya (misalnya menjadikan basket sebagai olahraga favorit remaja, memasyarakatkan olahraga pencak silat, mengharumkan nama bangsa lewat permainan sepakbola yang fair,dsb ). Tujuan yang tinggi ini bukan hanya mengarahkan anda pada prestasi, tetapi pada sesuatu yang melebihi diri anda sendiri. Sesuatu yang menantang anda untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri anda.

ini kelas formula satu.
tetapi ada satu motivasi lagi yang lebih baik dari ini.
motivasi tertinggi, yang bisa membuat anda terbang tinggi.

Motivasi kelima, adalah motivasi Belajar.



haus akan ilmu, berusaha untuk mengevaluasi dan terus menerus memperbaiki diri, menguasai keterampilan baru, menemukan teknik-teknik dan strategi baru, itu adalah motivasi yang tertinggi. Motivasi ini yang membuat manusia terus menerus berkembang tanpa batas. Motivasi ini yang memastikan seseorang tidak akan menyerah ketika ia gagal, jatuh, atau terhambat. Motivasi ini juga yang membuat seorang atlit kebal terhadap rasa sombong, tinggi hati, atau putus asa menghadapi hambatan apapun. Alih-alih, motivasi ini yang akan terus mengembangkan kemampuannya hingga tingkat yang tidak terduga. Motivasi ini tidak hanya menjamin kemampuan seorang atlit menjadi lebih baik, tetapi juga memeberikan pengaruh yang baik kepada sesamanya.

inilah motivasi tertinggi. Selalu ingin belajar.
merasa tidak pernah cukup, seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk.


jadi, bahan bakar motivasi apa yang anda pakai saat ini ?

silahkan renungi dan anda bisa berganti motivasi setiap saat !


Bdg,12/04

Tidak ada komentar:

Posting Komentar